AYAM KAMPUNG

Sepasang ayam jantan dan ayam betina dibawa orang dari desa ke kota. Ayam betina sangat gembira. “Aha, saya akhirnya datang ke kota besar, inilah impian yang saya tunggu tunggu” Ayam jantan tidak setuju. “Kita sudah enak tinggal di kampung, mengapa rela dibawa orang asing ke tempat yang asing?” Ayam jantan berkata dengan nada risau, 

Mereka di kota hidup enak, makanan sangat baik dan melimpah. tidak seperti di kampung halaman mereka harus jerih payah mencari makan sendiri , sangat sulit untuk mencari makan. sayangnya di kota tidak bebas. Tidak lama kemudian, tubuh mereka bertambah gemuk dengan cepat. Suatu hari mereka berdua didandani, tubuh mereka dibilas bersih. Mengenakan selendang bunga. Tapi kakinya terikat. Mereka dibawa ke tempat banyak orang berkumpul. Diletakkan di atas meja bersama dengan hewan lainnya. di meja juga ada pot dupa. ada tempat pembakaran yang berjari besi disamping meja. Banyak orang menonton.

Ayam betina dengan bangga mengatakan:. “Lihat, pada akhirnya, kita berada di kota besar, di kampung kita mana pernah ada keramaian yang megah seperti ini, kasihku , saya hanya tidak habis pikir, kita sudah hidup di kota untuk waktu yang lama, dibandingkan saat kita dikampung sudah jauh berbeda, mengapa semua orang masih menyebut kita ayam kampung? ” Ayam jantan berkata sedih: ” dalam situasi ini kamu masih bermimpi menjadi ayam kota, biar saya kasih tahu, sebentar lagi kita akan digerot lehernya untuk dijadikan kurban.” “itu , algojo sudah menenteng goloknya menuju ke mari” . ayam betina menengok ke arah itu, langsung pingsan di tempat tidak menyadarkan diri

  😳  kekayaan dan kekuasaan tidak akan menghilangkan fulgar dan nora. Orang harus memiliki budaya dan kearifan, baru bisa menjadi mulia.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Isian wajib ditandai *

Loading...