Bertahan dan Harapan dalam kehidupan Yin-Yang

Serial kehidupan Yin-Yang [1]                                                              
Bertahan dan Harapan                                                                                      Ak.chandra  
Bertahan dan Harapan, mana yang ada duluan. Ada yang mengatakan, harus bertahan baru ada harapan. Ada yang mengatakan, yang ada harapan baru patut dipertahankan.
Ada pula yang mengatakan , tidak bertahan mana tahu ada harapan atau tidak. Tidak sedikit ilmuwan juga pada awalmulanya tak tahu hasil penelitiannya ada harapan tidak, tapi karena berkat mereka bertahan atas keyakinannya, akhirnya mereka berhasil. Yang lain berkata, kalau tahu tak ada harapan buat apa dipertahankan? bukankah banyak orang yang gagal total juga karena bertahan atas harapan yang mereka yakini? orang yang gagal tidak pernah diexpose, yang di-expose selalu orang yang sukses.
Dalam kehidupan kita sehari-hari mulai dari sekolah,penelitian ilmu, buka usaha, cari jodoh, merintis karir dll  , terkadang kita harus menghadapi dilema yang membingungkan karena ada dua pendapat semacam ini yang saling bertolak belakang. kita bagaikan diperempat jalan, harus maju terus atau mundur teratur.
Sekarang mari kita coba kupas dengan menggunakan hukum yin yang
Cita-cita, keinginan , hasrat , harapan , adalah produk dari interaksi antara emosi  dan kognisi manusia. Sesuatu yang tak terlihat ,tak berwujud. oleh karena itu kita golongkan hal hal ini memiliki sifat “yang”
Setelah seseorang memiliki keinginan atau niat, maka ia akan mencoba merealisasikan dengan tindakan nyata. apabila hasil kerja dan usahanya mencapai target yang direncanakan, sesuai dengan keinginannya semula, maka kita katakan posisi “yang” telah bergeser menjadi “yin”, karena sesuatu yang tadinya tidak berwujud. sudah berubah jadi berwujud. atau mimpinya telah menjadi nyata.
petang hari yang terang sekarang sudah jadi malam hari. artinya, lepas dari berhasil atau tidak keinginannya, waktu sudah berlalu. dari yang menuju yin sudah berjalan  satu siklus.
Dalam flowchart ( papan alur) proses , “bertahan” adalah sikap dalam proses berjalannya waktu dalam rangka seseorang merealisasikan keinginannya itu. sikap adalah kemelekatan terhadap “waktu” dalam flowchart tersebut. apabila tingkat kemelekatan ( keras kepala) terhadap “waktu” ini diabaikan/lemah, maka proses itu tidak akan finish. dan hasilnya tentu tidak dapat dinilai.artinya kalau dipertengahan jalan ia lepas, maka proses ini gugur, bukan gagal. meskipun ia gagal meraih keinginannya.
Dengan penjelasan ini maka persoalannya sudah mulai jelas. yaitu bahwa sebetulnya “waktu” tidak terlibat dalam mendisign hasil rencana pada flowchart, “waktu” hanya merupakan kalkulator yang jujur dari bagian proses tersebut. hasrat, mimpi, cita-cita awal dari manusia bukan hanya mengandalkan “waktu” sebagai satu-satunya faktor penentu. Dengan kata lain, hasilnya baik atau buruk, sukses atau gagal, “waktu ” hanyalah berperan seperti “wasit” dalam pertandingan sepak bola. yang bisa sukses ya pasti sukses, yang akan gagal ya pasti gagal. Bagi yang bisa sukses, bertahan terus, kesempatan suksesnya semakin tinggi, bagi yang akan gagal, bertahan terus, kesempatan gagalnya semakin dekat,  kehancurannya pun akan semakin dahsyat.
Dalam perdebatan antara “Bertahan” Vs “harapan” adalah antara dua kubu “yang” yang bertanding. tapi ternyata “bertahan” membonceng “waktu” untuk memperkuat posisinya, seperti pemain juga merangkap menjadi wasit. maka terjadilah kalimat yang mau menang sendiri. dalam ilmu yin yang , untuk mencapai target, yang dan yin perlu berkolaborasi .  “harapan” sebagai yang, implimentasi (pelaksanan bertahan melakukan instruksi ) sebagai yin. waktu sebagai saksi. bukan pertentangan antara hal yang mana lebih penting..

Oleh karena itu usaha yang berlawanan dengan aturan main alam ( aturan yin-yang),  seperti misalnya mimpi yang tak mungkin terwujud, “waktu” adalah saksi bisu yang paling dapat dipercaya. dimana ia menyaksikan manusia menyia-nyiakan masa jiwa dengan merusak kehidupannya sendiri.
Oleh karena itu , Jika ingin sukses orang harus bertahan, kalimat ini pada prinsipnya sudah terjadi kesalahan logika. Menjadi alasan yang distorsi. tampaknya benar namun sebetulnya kesasar. setiap alasan yang distorsi bukanlah kebenaran. ajaran demikian mudah menyesatkan orang. dan juga mudah diplesetkan oleh orang yang berniat lain.  seringkali menjadi paradok yang dikemas oleh dogma
Sebagai contoh kasus, ada seorang penggemar judi, ia berargumentasi dengan orang tuanya, ia mengatakan judi adalah profesinya.meskipun ia kalah melulu, tapi asalkan mau bertahan terus, maka pada suatu hari ia pasti sukses. Sukses atau tidak, hanya tuhan yang tahu,  namun argumen yang tampaknya benar ini dan biasanya untuk mendidik orang sekarang malah menyulitkan orang tuanya untuk berdebat dengannya.
Bila mengatakan bahwa argumen ini sepertinya telah disalahgunakan. artinya pendapat ini masih dipertahankan, maka saya yakin akan menjadi debat kusir yang tak ada habisnya. kita harus jujur dan tegas mengatakan, argumentasi semacam ini pada dasarnya sudah salah. Dari jaman dahulu hingga jaman modern sekarang ini, tak diketahui argumentasi ini telah membantu berapa banyak orang, dan juga telah menghancurkan berapa banyak orang.
Dunia pada era sekarang, numerik makro telah hampir melewati pertengahan, sudah banyak orang mulai menyadari bahwa “harapan” yang didesign oleh manusia dari berapa puluh puluh abad sebelumnya, Bagian manakah yang telah perlu dibuang. bagian manakah yang masih perlu dipertahankan terus, maka tergantung dari level intelektual bijaksana dari masing masing individu sebagai jati diri sendiri yang mampu benar benar bebas dari belengu dogma untuk membedakannya
Yin-yang hanyalah pengetahuan alam yang dapat dijadikan sebagai referensi pembenaran konsep yang dapat menjernihkan pikiran manusia untuk menentukan sikap hidupnya. yang menjadi penentu pilihan pada akhirnya tetap masih kembali pada tangan manusia sendiri.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Isian wajib ditandai *

Loading...