KUCING TIKUS

KUCING TIKUS

Ada satu orang dirumahnya memelihara seokor kucing, dia memberi nama “kucing harimao”.

Tamu A berkata: “Harimao memang galak, tapi tidak setenar Naga, namakan saja ” Kucing naga.””

Tamu B berkata,” Tidak salah NAGA punya kekuatan, tetapi terbang ke langit tidak terlepas dari awan, panggil saja “kucing awan.””

Tamu C berkata: “Angin bisa membuyarkan awan, panggil saja” kucing angin.””

Tamu D menyahuti : ” Dinding bisa menahan angin, lebih tepat dipanggil “kucing dinding” saja.”

Terakhir Tamu E mengatakan:” Tikus dapat melubangi dinding, jadi paling cocok dipanggil “kucing tikus.””

Semua tamu saling memberi komentar dan pendapatnya hingga berdebat,.

Seorang pria tua mendengarnya hingga terakhir, lalu dia membentak semuanya:

 “kucing adalah kucing!” perdebatan yang kontroversi baru behenti.

😉 Banyak bicara tanpa isi hanya akan membuat masalah menjadi semakin rumit. yang pada akhirnya akan menyimpang keluar dari esensi masalah.

Kemudian, terdapat trend bahwa nama depan orang hanya ditambahkan huruf “A” saja, guna menghindari variasi makna yang konyol.

( A lun, A jing, A bi, A wan dll )

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Isian wajib ditandai *

Loading...