Persepsi kehilangan dan kedapatan

Ada satu orang kehilangan kapak, pikirnya anak tetangganya yang mencuri. Dia dengan hati-hati mengamati anak tetangganya, selalu merasa si anak tetangga saat berjalan seperti mencuri, ekspresi wajah seperti mencuri kapak, bicara seperti mencuri kapak, sikap dan kelakuannya seperti mencuri kapak, tidak lama kemudian, ia menemukan kembali  kapaknya, ia kembali melihat lagi anak tetangganya, baik kelakuan maupun sikapnya, tak ada satu point yang sama seperti pencuri kapak.

—- Orang memiliki bias yang terbentuk sebelumnya, itu sangat menakutkan. Orang tanpa menyadari akan  membuat kesalahan

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Isian wajib ditandai *

Loading...