Sebuah tulisan didinding panti jompo

Sebuah artikel tertulis di dinding panti jompo

Anak ku,

Di waktu Saat anda Lahir, anda menangis keras dan meneriak . Kaki dan tangan anda meronta ronta. Lalu aku memeluk mu, menenangkan mu, menyusui mu, barulah engkau tidur dengan manis.

Dimasa engkau mulai tumbuh, setiap hari saya menyuapi engkau sesendok dan sesendok, Kuah, bubur, dan jus buah buahan. Saya mengajari engkau bicara, menuntun engkau, belajar jalan. Setapak demi setapak. dari subuh saya mulai menyalakan api memasak, menyuci baju bekas ngompol dan bekas kotoran, menjemur dan menggosok. Setiap hari menyiapkan susu, roti, minuman, menemani engkau ke sekolah. Saya juga mengajari engkau memakai baju, mengancing baju, mengikat tali sepatu, cuci muka, menyeka ingus. Setiap hari penuh dengan kegembiraan, melakukan segalanya yang saya bisa buat untuk engkau.

kasih_sayang_tiga_generasi_abOleh sebab itu, sekarang saya sedang makan, mengotori baju, saat minum , tumpah membasahi meja dan kursi, gerakan ku lambat. Engkau harus sabar dan lunak terhadap saya, jangan mendesak saya. biarlah saya melewati sisa hidup secara perlahan.

Disaat saya tidak bisa mengeluarkan kata kata, atau tidak bisa ingat lagi. Bahkan ingin mengatakan sesuatu pun telah lupa, atau saya mengulang ulang yang sudah dibicarakan, anak ku, engkau harus memaklumi saya. Disaat engkau masih kecil, setiap hari saya juga berulang ulang mengajari engkau bernyanyi. Engkau juga memohon kepada saya, untuk cerita dan mengulangi lagi cerita, sampai engkau tertidur dengan wajah tersenyum.

Anak ku. Sekarang tangan ku menggetar, kaki dan tangan lemas. jalan maupun duduk tidak stabil. Engkau harus genggam erat tanganku. Menopang ku, menemani ku. Seperti masa kecil dulu, saat saya menemani mu belajar berjalan setapak setapak

Source: Guojiribao.com.  author : unknown. Translate by: AK.Chandra.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Isian wajib ditandai *

Loading...